Wawali Salatiga Dorong Penataan PKL Humanis Lewat SIPEKAT

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat komitmen dalam menata pedagang kaki lima (PKL) secara humanis dan berkelanjutan melalui inovasi SIPEKAT (Kolaborasi Penataan Pedagang Kaki Lima Terpadu). Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat menghadiri Diseminasi SIPEKAT di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Selasa (30/6/2026).

Nina mengatakan, SIPEKAT menjadi langkah strategis dalam mewujudkan penataan PKL yang terintegrasi, berbasis data, serta melibatkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penataan tidak hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga menjaga keberlangsungan usaha para pedagang.

“Pendataan yang akurat, sinergi antarperangkat daerah, serta pelibatan pedagang sebagai mitra menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKL merupakan salah satu penggerak ekonomi daerah yang berperan menciptakan lapangan kerja. Karena itu, penataan dilakukan untuk menghadirkan ruang usaha yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung perkembangan usaha.

Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah relokasi PKL di kawasan Jalan Adi Sucipto ke Shelter Kridanggo. Kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan sebagai area pedestrian sekaligus destinasi kuliner baru.

Nina berharap proses relokasi dapat berlangsung lancar melalui komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan. Ia juga meminta Dinas Perdagangan menjadikan SIPEKAT sebagai budaya kerja yang mengedepankan pelayanan, kolaborasi, dan pendampingan kepada para pedagang.

Selain itu, Nina mengapresiasi dukungan PT BPR BKK Jateng (Perseroda) yang memberikan akses pembiayaan produktif bagi PKL guna mencegah mereka terjerat pinjaman yang tidak sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, menjelaskan bahwa SIPEKAT merupakan proyek perubahan yang mengintegrasikan penataan ruang kota dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan diseminasi tersebut, para pemangku kepentingan dan perwakilan PKL diajak berdialog untuk memberikan masukan terhadap pengembangan Shelter Kridanggo sebagai sentra kuliner yang tertata.

BACA JUGA:  Pembinaan Wajib Pajak Daerah, Wali Kota Ajak Pengusaha Jadi Mitra Pembangunan

“Kami membutuhkan saran dan masukan agar penataan ini dapat berjalan optimal. Ke depan, PKL akan dipusatkan dalam satu kawasan destinasi kuliner di Shelter Kridanggo,” kata Agung.

Selain penataan fisik, SIPEKAT juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui kemitraan dengan sektor perbankan guna memperluas akses pembiayaan produktif dan edukasi keuangan bagi para pedagang.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen kemitraan antara Dinas Perdagangan Kota Salatiga dan perwakilan PKL sebagai simbol penguatan kolaborasi untuk mewujudkan PKL yang lebih tertata, berdaya saing, sejahtera, dan naik kelas.

(Sino)

Mari Bagikan