INTERESTNEWS, – – – SURAKARTA — Menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Pasar Rakyat dan Budaya Jawa Tengah atau Pasar Raya 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta, Senin (20/7/2026) malam. Gelaran ke-3 yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 ini hadir sebagai ruang inklusif untuk menghidupkan ekosistem kebudayaan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan konsistennya. Ia menegaskan bahwa pelestarian seni dan budaya berawal dari rasa cinta masyarakat.

”Ini menjadi ajang untuk memberi kesempatan teman-teman pelaku seni maupun budaya menampilkan karyanya. Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri,” ujar Sekda Jateng usai seremoni pembukaan.
Pemilihan TBJT sebagai pusat kegiatan dinilai tepat karena posisinya sebagai ‘rumah’ tempat para seniman dan budayawan Jawa Tengah berlatih serta berekspresi. Pemprov Jateng berharap masyarakat aktif hadir menikmati ragam seni tradisional agar keberadaannya tetap lestari dan tak punah ditelan zaman.
Sajikan Ratusan Karya Seni hingga Bazaar UMKM.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa Pasar Raya 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak.
”Apabila ekosistem budaya tumbuh, impact-nya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal,” jelas Hanung.
Pasar Raya 2026 menghadirkan beragam agenda seni dan hiburan masyarakat, di antaranya:
Pentas Seni Pertunjukan: Melibatkan 61 penyaji seni lintas daerah.
Pentas Musik: Dimeriahkan oleh 24 grup band.
Pameran Seni Rupa: Menampilkan 100 karya lukis, 15 karya instalasi, dan 3 patung.
Seni Rakyat & Tradisional: Penampilan dari 10 kelompok seni lesung, 5 kelompok reog, dan 5 kelompok BARONGSAI. Ekonomi Kreatif & Permainan: 50 stan bazaar UMKM produk kreatif lokal serta wahana permainan rakyat untuk keluarga.
Penetapan 38 Warisan Budaya Takbenda (WBTB)
Dukungan dan apresiasi tinggi juga datang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Tengah. Kasubbag Umum BPK Jateng, Marlia Yulianti Rosyidah, mengapresiasi komitmen Pemprov Jateng dalam memajukan kebudayaan.
Marlia mengungkapkan, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat ekosistem budaya Jateng melalui program Revitalisasi Ruang Budaya, Dana Indonesia Raya, dan Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FKP). Pada kesempatan tersebut, ia turut membagikan kabar gembira mengenai capaian kebudayaan daerah.


”Terdapat 38 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Jawa Tengah yang berhasil lolos pada tahapan penilaian tingkat nasional,” ungkap Marlia. Ia berharap penetapan ini terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Penyelenggaraan Pasar Raya 2026 mendapat respon positif dari pengunjung. Rebecca Dian, warga Solo yang datang bersama keluarganya, mengaku dengan kenyamanan dan kebersihan area kegiatan.
”Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih, jadi buat anak-anak nyaman,” tutur Dian.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati atraksi budaya, pameran seni, hingga ragam kuliner UMKM, Pasar Raya 2026 masih terbuka untuk umum di Taman Budaya Jawa Tengah hingga akhir Juli MENDATANG. (Benneo)
