INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat sistem keamanan digital melalui Pelatihan Drill Test Tim Salatiga-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) yang digelar di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (15/7/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., dan diikuti anggota Tim Salatiga-CSIRT dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pengelola sistem elektronik, pranata komputer, administrator jaringan, serta aparatur yang bertugas di bidang teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Robby Hernawan menegaskan bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan sistem keamanan siber yang kuat. Menurutnya, keamanan siber tidak hanya berfokus pada upaya mencegah serangan, tetapi juga mencakup kemampuan mendeteksi, merespons, memulihkan, hingga melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem.
“Pemerintah Kota Salatiga telah menunjukkan komitmen melalui pembentukan Salatiga-CSIRT, pelaksanaan pengujian keamanan sistem secara berkala, serta penguatan tata kelola keamanan informasi. Setiap hasil Drill Test harus ditindaklanjuti menjadi perbaikan nyata, baik dalam penyempurnaan SOP, peningkatan kapasitas SDM, maupun penguatan infrastruktur keamanan,” ujar Robby.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga, Tri Prawiati, S.T., mengatakan bahwa ancaman siber merupakan tantangan nyata yang memerlukan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola yang baik, serta kemampuan respons insiden yang semakin optimal.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Tim Salatiga-CSIRT telah menangani 34 insiden keamanan siber. Selain itu, tim juga melaksanakan 18 kegiatan IT Security Assessment dan Vulnerability Assessment terhadap berbagai sistem elektronik strategis milik Pemerintah Kota Salatiga.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia yang memberikan materi mengenai manajemen penanganan insiden siber, simulasi atau drill test penanganan insiden, evaluasi hasil simulasi, diskusi, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut guna meningkatkan kapasitas Tim Salatiga-CSIRT.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Salatiga berharap Tim Salatiga-CSIRT semakin tangguh, profesional, dan siap merespons setiap ancaman siber secara cepat dan tepat, sehingga mampu mewujudkan ekosistem pemerintahan digital yang aman, adaptif, dan terpercaya sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
(Sino)
