INTERESTNEWS, — SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menghadiri secara daring kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Ruang Kalitaman, Lantai 2 Gedung Setda, Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini menandai dimulainya audit formal oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap kinerja keuangan Pemerintah Kota Salatiga.
Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi, dalam pengarahannya menekankan bahwa fokus audit tahun ini tidak hanya pada administratif, tetapi juga pada penguatan kemandirian dan ketahanan fiskal daerah.
Fokus Kemandirian Fiskal dan Efisiensi
Dalam paparannya, Bobby Adhityo mendorong pemerintah daerah untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat. Salah satu kunci utamanya adalah disiplin dalam menentukan prioritas pembangunan.
> “Kemandirian fiskal daerah harus ditingkatkan secara bertahap. Kami juga menyoroti pentingnya efisiensi belanja pegawai agar ruang fiskal daerah lebih leluasa untuk program-program yang memberikan multiplier effect (efek pengganda) secara ekonomi bagi masyarakat,” ujar Bobby.
Selain itu, BPK RI menggarisbawahi peran instrumen Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD RI) sebagai langkah transformasi digital. Sistem ini dinilai vital dalam memperbaiki tata kelola data, mencegah potensi celah korupsi, serta menjamin transparansi publik.
Optimalisasi Pendapatan dan Kualitas Belanja
Terkait sektor pendapatan, BPK RI menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui implementasi opsen pajak kendaraan bermotor. Namun, kenaikan pendapatan tersebut harus diikuti dengan kualitas belanja yang lebih baik (spending better).
Pemerintah daerah diminta memegang teguh tiga prinsip belanja:
1. Spending Less (Hemat)
2. Spending Well (Tepat Sasaran)
3. Spending Wisely (Bijaksana)
Fokus utama belanja tersebut harus diarahkan pada pemenuhan mandatory spending di sektor krusial, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Muara Akhir: Kesejahteraan Masyarakat
Menutup arahannya, Bobby mengingatkan bahwa seluruh proses pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah anggaran berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan di tengah dinamika global.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyatakan bahwa Pemerintah Kota Salatiga siap bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Komitmen ini merupakan upaya nyata dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga. (Sino)
