INTERESTNEWS, — KLATEN — Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kecamatan Prambanan menyelenggarakan sosialisasi Administrasi Kependudukan (Adminduk) tahun 2026 dengan tema “Identitas Kependudukan Digital (IKD)”. Acara yang berlangsung di Kantor Kecamatan Prambanan pada Rabu (1/4/2026 ) ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Forkopimcam, Ketua BPD, Kepala Desa, hingga perwakilan RT/RW dan perwakilan operator desa. dengan nara sumber 3 anggota Dewan dari Komisi I dan Amin mustofa ( Kepala Dukcapil )
Camat Prambanan, Rasidi dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memutakhirkan data kependudukan. Beliau mengimbau seluruh peserta untuk memperhatikan dengan seksama materi sosialisasi agar informasi mengenai Adminduk, khususnya bagi warga yang belum memiliki kartu identitas, dapat tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat terbawah.
“Kami berharap sosialisasi Perda Kependudukan terkait IKD ini bisa diteruskan kepada seluruh warga di 16 desa yang ada di Kecamatan Prambanan. Tujuannya agar masyarakat semakin paham dan tertib administrasi,” ujar Rasidi.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini Kecamatan Prambanan telah mampu mencetak KTP sendiri, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat asalkan data pemohon sudah lengkap dan blangko tersedia.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Klaten, Amin Mustofa, mengajak masyarakat untuk segera melakukan aktivasi IKD. Ia juga mendorong warga untuk memanfaatkan layanan Adminduk secara online melalui aplikasi “Sakura” atau melalui IKD itu sendiri.
”Masyarakat kini tidak perlu jauh-jauh datang ke Kantor Dukcapil. Layanan sudah kami dekatkan hingga ke desa melalui operator desa yang telah dilatih. Untuk kaum milenial, kami sangat berharap bisa mandiri mengakses layanan online ini,” ajak Amin Mustofa.
Amin juga mengungkapkan rencana pengembangan layanan ke depan, termasuk keinginan untuk menyediakan “Anjungan Dukcapil Mandiri” di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan agar warga bisa mencetak dokumen kependudukan semudah menggunakan mesin ATM.
Melalui program “Satu Data Terintegrasi untuk Masa Depan”, diharapkan kesadaran masyarakat Prambanan terhadap pentingnya identitas digital semakin meningkat, demi kemudahan akses berbagai layanan publik di masa mendatang.
(Benneo)
