Demo Tutup TPL Desak Bupati Toba Bertindak Tegas

INTERESTNEWS — Demo Tutup TPL bergerak menuju Monumen Pahlawan Revolusi D. I. Panjaitan di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (6/10/2021). Massa berhimpun dengan berbagai kelompok organisasi lingkungan hidup bernama Aliansi Gerakan Rakyat Tutup TPL. Mereka meneriakkan seruan agar Bupati Toba Poltak Sitorus bertindak tegas mendesak tutup TPL. Para demonstran yang sudah berada di halaman kantor Bupati Toba belum melihat kmunculan Bupati Toba tersebut.

Sejak pukul 09.:00 WIB, massa sudah berada di area titik kumpul untuk bergerak menuju monumen tersebut. Lebih banyak kaum muda datang dalam aksi demo Tutup TPL tersebut, tetapi ada juga para orangtua, khususnya ibu-ibu yang makin geram terhadap pencemaran oleh TPL. TPL atau PT. Toba Pulp Lestari Tbk telah melakukan kerusakan lingkungan hidup di Kawasan Danau Toba (KDT). Perusahaan bubur kertas ini bukan saja merusak lingkungan, tetapi juga merampas tanah ulayat masyarakat hukum adat setempat. TPL telah merugikan masyarakat lokal dengan pengelolaan konsesi hutan secara sepihak.

Situasi kerusakan lingkungan ulah TPL ini mendorong masyarakat bergabung dengan Aliansi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL. Gerakan ini datang dari berbagai daerah di Kawasan Danau Toba dan terus meluas sampai ke Jakarta. Massa demo Tutup TPL terus berteriak sambil menyerukan Tutup TPL dan berkumpul di Balige sambil bergerak ke Kantor Bupati Toba.

Aspirasi Demo Tutup TPL

Demonstran menuding TPL melakukan kebiadaban. Mereka bergantian meneriakkan tudingan yang membangkitkan semangat juang massa terus menyuarakan keadilan atas lingkungan hidup di KDT.

Jelang beberapa saat massa mengurangi teriakannya karena Sekretaris Aliansi Gerak Tutup TPL Jhontoni Tarihoran menyampaikan orasinya. Jhontoni mengisahkan bagaimana kerusakan lingkungan telah terjadi sejak TPL berdiri di Kawasan Danau Toba, terutama di Kabupaten Toba.

BACA JUGA:  BNPT Bersama BAMAG LKKI Bahas Deradikalisasi

“Sudah 30 tahun TPL berdiri. Kita hanya merasakan bagaimana kerusakannya. TPL itu adalah Perusahaan perusak lingkungan,” teriak Jhontoni.

Sesaat kemudian, massa menyambut teriakan Jhontoni dengan membalas terikan: “TUTUP TPL!”, sambil mengangkat spanduk-spanduk mereka. Para demonstran pun tampak menggunakan ulos dan masker dengan  tulisan, “Tutup TPL”.

Selanjutnya massa demo Tutup TPL bergerak ke kantor Bupati Toba dengan jarak kira-kira 1 kilometer dari Tugu Makam Revolusi Nasional D.I. Panjaitan. Sejumlah ibu-ibu yang berusia rentan silih berganti menyampaikan aspirasi. Teriakan bahasa Batak Toba ini menarasikan agar Bupati Toba segera datang. 

“Turunlah Pak Bupati, jangan diam. Kami sudah datang jauh-jauh ke sini. Jangan jadi tuli nanti Pak Bupati,” teriakan lantang seorang demonstran.

Meskipun ibu-ibu sudah bergantian menyampaikan aspirasinya, tetapi Bupati Toba Poltak Sitorus tidak terlihat batang hidungnya. Setelah satu jam menunggu, utusan dari Pemkab Toba datang, namun para demonstran tak menginginkan kehadirannya, kecuali Bupati Toba Poltak Sitorus datang. 

Berbagai macam spanduk dan poster rata-rata bertuliskan: “TUTUP TPL!” Ada tulisan berbunyi: “Bu Menteri, Jangan Tutup Mata, Tutup TPL.”

Lebih lanjut, Jhontoni Tarihoran menjelaskan bahwa PT TPL harus tutup. Kami berjuang secara murni tanpa ada satu pihak pun menunggangi kami. Sejauh berita ini kami pantau, para demonstran masih menunggu kehadiran Bupati Toba Poltak Sitorus. Ke manakah Bapak Bupati? (INT)

Mari Bagikan

One thought on “Demo Tutup TPL Desak Bupati Toba Bertindak Tegas

Tinggalkan Balasan