INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pembelajaran teknologi bagi anak usia dini mulai diarahkan tidak sekadar pada kemampuan menggunakan perangkat, tetapi untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Hal itu menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Robotik dan Coding bagi Tenaga Pendidik PAUD Berbasis STEAM di Kota Salatiga.
Bunda PAUD Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, menghadiri pembukaan pelatihan yang berlangsung di Ruang Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (5/10/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tersebut dibuka Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi PAUD EMAS (PAUD Berbasis Masyarakat), yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui gerakan Jateng Sayang PAUD.
Nawal menegaskan, pengenalan coding dan robotik pada jenjang PAUD tidak boleh dimaknai sebatas mengajarkan anak tentang teknologi. Lebih jauh, pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan dasar yang akan dibutuhkan anak dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Pelatihan ini bukan semata-mata mengajarkan teknologi, melainkan membangun fondasi kemampuan berpikir komputasional, analisis, pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama yang sangat dibutuhkan anak-anak kita di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menerjemahkan teknologi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Jangan Jadikan Anak Programmer Kecil
Sementara itu, Retno Robby Hernawan menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan PAUD harus tetap menempatkan anak sebagai anak. Coding dan robotik harus menjadi media untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan menggantikan aktivitas bermain yang menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak.
“Bukan tentang seberapa cepat anak dapat membuat program atau menjadikan anak usia dini sebagai programmer kecil. Lebih dari itu, kita ingin menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan memecahkan masalah, berpikir logis, kreativitas, ketekunan, serta keberanian untuk mencoba dan menemukan cara baru,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Retno, diharapkan mampu membuat teknologi hadir secara proporsional dalam pembelajaran. Anak tetap memiliki ruang untuk bermain, bergerak, bereksplorasi, berimajinasi, sekaligus berinteraksi dengan lingkungan dan teman sebaya.
Dengan demikian, robotik dan coding tidak ditempatkan sebagai target akhir pembelajaran, melainkan sebagai alat untuk melatih proses berpikir dan karakter anak.
Pelatihan tersebut diikuti 200 guru dan kepala sekolah PAUD dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan menghadirkan fasilitator Direktur Rumah Edukasi, Mulia Anton, S.Psi., Psikolog.
Pembukaan pelatihan juga dimeriahkan penampilan Tari Gajah oleh PAUD SKB Salatiga.
Usai kegiatan, Nawal bersama Retno mengunjungi Oemah Kriya Dekranasda Kota Salatiga. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan berbagai produk UMKM unggulan sekaligus melihat potensi ekonomi kreatif yang dikembangkan di Kota Salatiga.
(Sino)
