INTERESTNEWS, — SALATIGA – Upaya Pemerintah Kota Salatiga dalam menanggulangi kemiskinan mendapat apresiasi dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (29/9/2026).
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, didampingi Kepala Bappeda Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si., menghadiri rakor yang membahas penguatan data kemiskinan secara lebih detail sebagai dasar penyusunan program yang tepat sasaran.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terpadu. Upaya tersebut mencakup pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan kemampuan dan pendapatan, pengurangan kantong-kantong kemiskinan, serta penguatan sinergi kebijakan dan program antarpemangku kepentingan.
Dalam rakor tersebut, Kepala Bappeda Jawa Tengah, Yusmanto, SPi., M.Si., turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan capaian Kota Salatiga dalam penanggulangan kemiskinan.
Menurutnya, Salatiga mengalami peningkatan kinerja yang signifikan. Bahkan, Salatiga disebut masuk dalam daerah dengan capaian terbaik berdasarkan penurunan angka kemiskinan yang mencapai lebih dari 0,4 persen.
“Ada dua kota yang kurang lebih dari tiga terburuk menjadi dua terbaik, ada Kota Surakarta kemudian Kota Salatiga yang dari bagian tengah menjadi terbaik. Kurang lebih penurunannya di atas 0,4 persen. Ini bisa menjadi rujukan best practice untuk kabupaten/kota yang lainnya,” ujar Yusmanto.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi intervensi pemerintah daerah dalam menangani kemiskinan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar program yang diberikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain membahas capaian daerah, rakor juga menekankan optimalisasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyelarasan data dan indikator sosial ekonomi dinilai menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan lebih akurat serta tepat sasaran.
Pemkot Salatiga terus mendorong pendekatan berbasis data dalam penyusunan kebijakan, sehingga intervensi penanggulangan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada penurunan angka, tetapi juga menyasar akar persoalan dan kebutuhan masyarakat secara lebih terukur.
(Sino)
