RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Raih Predikat Faskes Mandiri Pertama dalam Pelayanan HIV di Kota Salatiga

INTERESTNEWS, – SALATIGA – Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelayanan HIV di Kota Salatiga yang dilakukan oleh Yayasan Kasih Suwitno (YKS) memberikan apresiasi positif terhadap kinerja layanan HIV di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga.

Dalam hasil evaluasi tersebut, RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo meraih predikat sebagai fasilitas kesehatan (faskes) mandiri pertama di Kota Salatiga dalam pelayanan HIV.

Atas capaian tersebut, RSUD Kota Salatiga juga akan mendapatkan kesempatan untuk diundang ke Jakarta sebagai bagian dari apresiasi terhadap capaian layanan yang telah dilakukan.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi RSUD Kota Salatiga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Ke depan, RSUD Kota Salatiga diharapkan dapat berkembang menjadi Center of Excellence (COE) atau pusat unggulan layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) HIV di Kota Salatiga.

Meskipun demikian, hasil Monev juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Sejumlah kendala dan catatan masih ditemukan dalam penyelenggaraan pelayanan HIV di RSUD Kota Salatiga.

Salah satunya adalah rujukan tindakan gigi bagi ODHIV yang saat ini masih belum dapat dilayani secara optimal. Hal tersebut menjadi salah satu masukan dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (puskesmas) yang perlu segera ditindaklanjuti.

Selain itu, masih diperlukan penguatan pemahaman dan sosialisasi kepada dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) terkait tata laksana sifilis pada ibu hamil agar sesuai dengan standar dan program yang berlaku. Dalam evaluasi ditemukan adanya beberapa kasus pada tahun 2026 yang menggunakan terapi selain regimen program, sehingga diperlukan penyamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas profesi.

“Hasil Monev ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan. Catatan yang diberikan akan kami tindak lanjuti melalui penguatan koordinasi, sosialisasi, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan”, ujar manajemen RSUD Kota Salatiga.

BACA JUGA:  Dukung Perayaan Natal 2025 Robby Hernawan: "Di Kota Salatiga Semua Hidup Dalam Semangat Toleransi"

Pada aspek peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perawat juga sedang dipersiapkan untuk dapat melakukan pengambilan sampel Infeksi Menular Seksual (IMS)/duh tubuh.

Selama ini tindakan tersebut masih dilakukan oleh dokter spesialis. Untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, perawat telah didaftarkan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga.

Sementara itu, terkait alat Tes Cepat Molekuler (TCM), RSUD Kota Salatiga masih menunggu perkembangan dan umpan balik terkait proses kerja sama atau MoU dengan Kementerian Kesehatan sebelum alat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelayanan.

Berbagai catatan tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Kota Salatiga untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam pelayanan HIV. Dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta jejaring layanan terkait, RSUD Kota Salatiga optimistis dapat terus memperkuat layanan PDP HIV yang berkualitas, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Predikat faskes mandiri ini bukanlah akhir, tetapi menjadi awal untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Target kami ke depan adalah menjadikan RSUD Kota Salatiga sebagai Center of Excellence layanan PDP HIV di Kota Salatiga.(*)

Mari Bagikan