INTERESTNEWS, — KLATEN – Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Babinsa Desa Pereng Koramil 09/Prambanan Kodim 0723/Klaten, Serda Eko Susila, mewakili Danramil 09/Prambanan menghadiri Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Karangelak, Desa Pereng, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah lintas sektor untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, salah satu vektor penular BDBD.
Dalam kegiatan itu, petugas bersama unsur terkait melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah rumah warga. Pemeriksaan meliputi kamar mandi, bak penampungan air, ember, wadah yang berpotensi menampung air, serta bagian lingkungan rumah yang memungkinkan menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.
Selain mendeteksi keberadaan jentik, pemeriksaan juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada warga agar rutin membersihkan dan mengendalikan tempat-tempat penampungan air.
Serda Eko Susila mengatakan, PSN merupakan langkah preventif yang membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
> “Gerakan PSN ini merupakan langkah preventif yang sangat penting. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, kita dapat mengendalikan perkembangan jentik-jentik sejak dini dan mencegah penyebaran penyakit, khususnya Demam Berdarah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberantasan sarang nyamuk tidak seharusnya dilakukan hanya ketika kasus DBD meningkat. Masyarakat perlu menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
> “Jangan menunggu sampai ada warga yang terkena DBD baru kemudian melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Lebih baik kita mencegah sejak awal dengan rutin menguras, menutup dan membersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk,” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Prambanan Rasidi, S.IP., M.Si., Sekdes Pereng Nining Rochani S., Kepala Puskesmas Prambanan dr. Sita Royani, serta Pendamping Desa Kecamatan Siti Farih R. dan Yuli.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, tenaga kesehatan dan pendamping desa dalam memperkuat pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Kepala Puskesmas Prambanan dr. Sita Royani juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian jentik. Menurutnya, lingkungan rumah menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian karena tempat penampungan air yang tidak terkontrol dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.
Karena itu, warga diimbau rutin memeriksa saluran air, halaman, bak penampungan, barang bekas, maupun berbagai wadah yang berpotensi menampung air hujan.
Gerakan PSN tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan BDBD merupakan tanggung jawab bersama. Langkah sederhana melalui menguras, menutup dan membersihkan atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat genangan air dapat membantu memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
Babinsa sebagai aparat kewilayahan juga akan terus mendukung program pemerintah di bidang kesehatan melalui komunikasi, edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Melalui gerakan serentak di Dusun Karangelak, masyarakat Desa Pereng diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menjadikan PSN sebagai kegiatan rutin. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menekan perkembangan jentik nyamuk sekaligus meminimalkan risiko penyebaran BDBD di wilayah Kecamatan Prambanan.
(Sino)
