Dandim 0723/Klaten Hadiri Puncak Tradisi Ya-Qowiyyu 2026, Sebaran Apem Disaksikan Ribuan Warga

 

INTERESNEWS, — KLATEN – Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., menghadiri Puncak Perayaan Tradisional Ya-Qowiyyu (Sebaran Apem) Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Masjid Gedhe Jatinom dan kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (31/7/2026).

Perayaan yang menjadi agenda budaya dan wisata religi tahunan Kabupaten Klaten tersebut kembali menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Sejak siang hari, masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi puncak sebaran apem, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Ki Ageng Gribig.

Tradisi Ya-Qowiyyu berawal dari kisah Ki Ageng Gribig, penyebar agama Islam di Jatinom, yang sepulang menunaikan ibadah haji membagikan kue apem kepada masyarakat setelah memimpin doa dan zikir dengan lafaz “Yaa Qowiyyu” yang berarti “Wahai Yang Maha Kuat”. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai simbol rasa syukur, persaudaraan, keberkahan, sekaligus pengingat akan nilai-nilai dakwah dan keteladanan Ki Ageng Gribig.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. beserta Ibu Yanti Airlangga, Anggota DPR RI Ravindra Airlangga, KGPH Hangabehi dari Kesunanan Surakarta, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., Kapolresta Klaten Kombes Pol Ari Cahya Nugraha, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Klaten H. Edy Sasongko, Pj. Sekda Kabupaten Klaten Jaka Purwanto, S.Sos., M.M., unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa Tradisi Ya-Qowiyyu merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Klaten.

“Setiap bulan Safar tiba, bumi Jatinom kembali menjadi ruang bertemunya sejarah, agama, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat. Yaa Qowiyyu bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi tradisi yang memuat sejarah panjang yang mengakar kuat pada kearifan lokal masyarakat kita,” ujar Bupati.

BACA JUGA:  Tersangka Pelaku Pencurian Tiang Lampu, Pria Asal Sumba Berhasil Di Amankan Polrestabes Surabaya

Ia berharap tradisi tersebut terus dipromosikan sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta mengajak seluruh warga menjadi tuan rumah yang ramah bagi para pengunjung dari berbagai daerah.

Puncak acara ditandai dengan sebaran berton-ton kue apem dari menara dan panggung utama kepada masyarakat. Ribuan warga tampak antusias berebut apem yang diyakini membawa keberkahan. Suasana berlangsung meriah, namun tetap aman, tertib, dan kondusif.

Usai kegiatan, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Tradisi Ya-Qowiyyu yang dinilai mampu memperkuat nilai religius, melestarikan budaya, sekaligus mempererat persatuan masyarakat.

“Sebaran Apem atau Perayaan Tradisional Ya-Qowiyyu merupakan tradisi yang berakar kuat pada sejarah penyebaran Islam di Jawa, khususnya melalui sosok Ki Ageng Gribig. Tradisi ini bukan sekadar festival, namun merupakan perpaduan antara spiritualitas, sejarah, dan keramaian rakyat yang memiliki makna mendalam,” ungkap Dandim.

Menurutnya, keberlangsungan Tradisi Ya-Qowiyyu menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Klaten mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Puncak perayaan Sebaran Apem Ya-Qowiyyu adalah momen yang paling ditunggu karena mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya terbesar di Kabupaten Klaten yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus,” tambahnya.

Dandim menegaskan, TNI melalui Kodim 0723/Klaten siap mendukung berbagai upaya pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa serta pembangunan karakter masyarakat.

Rangkaian Puncak Perayaan Tradisional Ya-Qowiyyu Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar berkat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, panitia penyelenggara, serta partisipasi aktif masyarakat. Tradisi ini kembali menegaskan komitmen Kabupaten Klaten dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi berbasis budaya lokal.

BACA JUGA:  Penjelasan Kepala Desa Kemiri Terkait Proyek Pembangunan

(Sino)

Mari Bagikan