INTERESTNEWS, — KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan distribusi nutrisi tepat sasaran dan berdampak pada ekonomi kerakyatan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, ini berlangsung khidmat di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, Wakapolres Klaten, Kepala Kejaksaan Negeri, hingga seluruh camat se-Kabupaten Klaten.
Fokus pada Integritas dan Kualitas
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanah besar negara untuk mencerdaskan generasi bangsa. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada integritas para pelaksana di lapangan.
“Program MBG adalah amanah untuk kepentingan masyarakat. Seluruh pihak harus bekerja dengan tanggung jawab. Kami ingin memastikan tidak ada kendala dalam distribusi maupun kualitas pelayanan,” tegas Bupati Hamenang.
Skala Besar dan Pengawasan Ketat
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto memaparkan bahwa cakupan program di Klaten tergolong masif. Saat ini terdapat 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 265 ribu penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga kelompok prioritas lainnya.
“Jumlah ini sangat besar, sehingga membutuhkan pengelolaan yang profesional. Kodim 0723/Klaten telah ditunjuk sebagai bagian dari Satgas untuk mengawasi dan mengontrol pelaksanaan di wilayah agar berjalan optimal,” ujar Letkol Slamet.
Dampak Ekonomi dan Standar Prosedur
Selain aspek kesehatan, program ini dirancang untuk menghidupkan ekonomi lokal. Korwil Badan Gizi Nasional Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM, petani, dan peternak lokal menjadi kunci utama dalam penyediaan bahan baku.
Namun, Yoga juga memberikan peringatan keras terkait kepatuhan standar operasional. Ia mengungkapkan adanya langkah tegas berupa penghentian sementara operasional beberapa SPPG yang kedapatan belum memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang ditetapkan.
“Kami meminta seluruh pihak meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme. Program ini harus memberikan manfaat maksimal, baik bagi kesehatan anak-anak maupun bagi perekonomian masyarakat lokal,” jelas Yoga.
Komitmen Bersama
Rapat evaluasi ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh sektor untuk memperkuat sinergi lintas instansi. Dengan pengawasan ketat dari unsur TNI-Polri dan Kejaksaan, Pemkab Klaten optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi pondasi utama dalam mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Klaten.
(Sino)
