Pesan Idul Fitri 1447 H dari Klaten: Soroti Integritas Moral Digital hingga Pererat Persatuan dalam Perbedaan

 

INTERESTNEWS, — ​KLATEN – Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Klaten menjadi momentum refleksi mendalam bagi umat Islam. Dua tokoh agama terkemuka di Klaten menekankan pentingnya menjaga integritas moral di era digital serta menjadikan perbedaan penetapan hari raya sebagai kekuatan untuk mempererat tali persaudaraan.

​Tantangan Moral di Era Society 5.0
​Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, H. Iskak Sulistiya, dalam khotbahnya di hadapan ribuan jamaah di Stadion Trikoyo, Jumat (20/3/2026), menegaskan bahwa tantangan umat pasca-Ramadhan bukan lagi sekadar menahan lapar dan dahaga.
​Menurut Iskak, tantangan terberat saat ini adalah menjaga integritas moral di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia menyoroti transisi menuju Society 5.0 yang membawa implikasi sosial kompleks, terutama bagi “Generasi Alfa”.

​”Refleksi Ramadhan harus melahirkan komitmen tauhid yang kuat. Setiap muslim yang autentik hendaknya menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, baik ekonomi maupun dampak negatif informasi,” ujar Iskak. Ia juga menambahkan bahwa indikator keberhasilan puasa terletak pada karakter jujur dan integritas yang dibawa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

​Harmoni di Tengah Perbedaan 1 Syawal
​Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, KH Hartoyo, menyoroti adanya perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1447 H di tengah masyarakat. Ia mengajak umat Islam untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan kedewasaan dan toleransi.

​”Kami dari MUI mengajak masyarakat menjadikan perbedaan ini sebagai wadah mempererat tali persaudaraan. Penting bagi kita menjaga stabilitas sosial demi terwujudnya masyarakat yang damai dan sejahtera,” kata KH Hartoyo di Klaten, Jumat (20/3/2026) malam.

​Beliau yang juga pengurus FKUB Klaten mengingatkan bahwa Idul Fitri adalah titik awal membangun solidaritas global dan kepedulian terhadap kaum dhuafa tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.
​Mewujudkan Klaten yang Maju dan Sejahtera

BACA JUGA:  ​Gelombang Anti Kekerasan: Ratusan Warga Klaten Ikrar Massal Lindungi Perempuan dan Anak di CFD

​Senada dengan pesan tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, saat memberikan khotbah di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup. Ia berharap nilai-nilai kebaikan selama Ramadhan dapat diimplementasikan untuk mewujudkan masyarakat Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
​Melalui pesan-pesan tersebut, para tokoh agama di Klaten sepakat bahwa esensi Idul Fitri tahun ini adalah transformasi kesalehan individu menjadi kesalehan sosial yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat. ( Benneo )

Mari Bagikan