INTERESTNEWS, — KLATEN – Ketua Harian Pasbata Prabowo Jawa Tengah, Danang Heri S., memberikan klarifikasi tegas terkait simpang siur informasi di media sosial pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026).
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul adanya unggahan di media sosial yang mengeklaim pernyataan Bupati Pekalongan saat diamankan petugas. Fadia disebut sempat mengelak adanya OTT dengan dalih sedang berada bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Bantahan Keras Pasbata Prabowo
Danang Heri S. menegaskan bahwa klaim yang menyeret nama Gubernur Ahmad Luthfi adalah pernyataan sepihak yang tidak berdasar dan muncul akibat kepanikan semata.
“Pernyataan itu sangat tidak benar. Memang benar pada tanggal 3 Maret 2026 seluruh kepala daerah berkumpul di Semarang untuk rapat koordinasi membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, saat OTT terjadi, Bupati Pekalongan sudah tidak lagi bersama Gubernur Jawa Tengah,” ujar Danang dalam keterangan tertulisnya di Klaten, Rabu (4/3/2026).
KPK Perkuat Fakta di Lapangan
Klarifikasi dari pihak Pasbata ini sejalan dengan pernyataan resmi dari pihak lembaga antirasuah. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, melalui jumpa persnya membantah keberadaan Gubernur saat penangkapan berlangsung.
“Selama pemantauan di posko, tidak ada informasi itu (keberadaan Gubernur). Posko selalu berkoordinasi dengan tim yang ada di lapangan,” tegas Asep Guntur Rahayu.
Peringatan untuk Pejabat Publik
Atas kejadian ini, Danang mengingatkan agar Bupati Pekalongan lebih berhati-hati dalam berucap di depan publik dan tidak menciptakan kegaduhan yang merugikan pihak lain. Ia menggunakan peribahasa Jawa untuk menggambarkan situasi ini.“Ora mangan nangkane keno pulute. Jangan bawa-bawa Ahmad Luthfi untuk menutupi kesalahan karena kepanikan. Nandur bakal ngunduh (siapa yang menanam, dia yang memanen),”* tambah Danang.
Imbauan Cerdas Bermedsos
Di akhir pernyataannya, Pasbata Prabowo Jateng mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih teliti dan cerdas dalam menyaring berita yang beredar di media sosial.
“Mari cerdas bermedsos dan cerdas menerima berita. Kami mendukung penuh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Luthfi untuk terus bekerja. Becik ketitik, olo ketoro (yang baik akan terlihat, yang buruk akan tampak),” pungkasnya. (Wiwit/Sino)
