INTERESTNEWS, — SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menghadiri pembukaan Indonesian International Culture Festival yang digelar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Kota Salatiga dalam merawat keberagaman, memperkuat toleransi, serta menjadikan kebudayaan sebagai investasi bagi masa depan bangsa.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Rektor UKSW Prof. Dr. Intyas Utami, S.E., M.Si., Ak., jajaran sivitas akademika UKSW, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara yang memeriahkan festival budaya tersebut.
Mengusung tema “Atma Nusantara”, festival ini merefleksikan semangat kebangsaan yang bertumpu pada nilai-nilai luhur, seperti kekeluargaan, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman. Menurut Robby, tema tersebut selaras dengan karakter Kota Salatiga yang selama ini dikenal sebagai Kota Tertoleran.
> “Tema ini sangat selaras dengan wajah Kota Salatiga sebagai rumah yang nyaman bagi semua, tempat perjumpaan yang damai bagi berbagai etnis, budaya, dan kepercayaan,” ujar Robby.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga memahami nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, semakin dalam masyarakat mengenal budaya, semakin kuat pula rasa persaudaraan dan persatuan yang terbangun.
> “Bersatu bukan berarti melebur menjadi sama, tetapi saling menghargai dan menjaga budaya masing-masing sebagai harta yang tidak ternilai,” tegasnya.
Robby menambahkan, Pemerintah Kota Salatiga akan terus mendukung berbagai ruang kreatif dan kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat. Baginya, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal strategis untuk membangun masa depan yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing.
Sementara itu, Rektor UKSW, Prof. Dr. Intyas Utami, S.E., M.Si., Ak., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara UKSW dan Pemerintah Kota Salatiga. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan kota serta menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda dalam menjaga keberagaman Indonesia.
(Sino)
