Pemprov Jateng Kucurkan Rp 28 Miliar ke Brebes, Fokus Entaskan Kemiskinan dan Perkuat Pangan

INTERESTNEWS, — BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian khusus bagi Kabupaten Brebes dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menggelontorkan bantuan keuangan senilai Rp 28,01 miliar yang diserahkan langsung di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026).

​Bantuan jumbo tersebut dialokasikan untuk berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga pemberdayaan petani. Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi antarwilayah sangat penting agar Brebes tidak tertinggal, mengingat data BPS per Maret 2025 menunjukkan persentase penduduk miskin di wilayah ini mencapai 14,15 persen.
​Prioritas Pendidikan dan Sektor Pertanian

​Dari total anggaran tersebut, sektor pendidikan mendapatkan alokasi terbesar senilai Rp 16,545 miliar untuk bantuan uang sekolah dan lembaga pendidikan. Sementara itu, sektor pertanian dan peternakan menyusul dengan alokasi Rp 7,03 miliar.

​”Bantuan ini kita berikan sebagai bentuk kolaborasi. Sektor pertanian kita perkuat melalui rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan benih padi, jagung, hingga pengembangan budidaya tebu dan tembakau,” ujar Ahmad Luthfi.

​Selain itu, Pemprov Jateng juga memberikan intervensi pada kebutuhan dasar warga melalui:
* ​Pembangunan hunian baru bagi          korban bencana (18 unit).
* ​Sambungan listrik gratis dan pompa air tenaga surya.
​* Program internet desa di titik-titik miskin ekstrem dan desa wisata.
​Bantuan sosial melalui program UEP, KUBE, dan KaJen.

Ketahanan Pangan yang Tangguh
Melalui bantuan alat pertanian dan bibit unggul, ia berharap Brebes tetap menjadi pilar swasembada pangan di Jawa Tengah dengan infrastruktur irigasi yang lebih modern dan efisien.

 

​Bawang Merah Brebes Tetap Jadi Primadona Dunia
​Di tengah maraknya peredaran bawang bombai mini impor, Gubernur Luthfi meminta para petani di Brebes tidak perlu merasa khawatir. Ia menegaskan bahwa kualitas bawang merah Brebes tidak tertandingi dan tetap menjadi buruan pasar internasional seperti Vietnam, Thailand, hingga Singapura.

BACA JUGA:  Berhasil Turunkan Stunting, Ahmad Luthfi Bawa Jateng Raih Penghargaan Kesehatan Nasional

​”Bawang merah Brebes itu masih menjadi prioritas utama dan ditakuti daerah lain karena kualitasnya. Ini adalah potensi yang harus terus kita kembangkan,” tegasnya.

​Untuk menjaga produktivitas, Gubernur juga meresmikan dua embung baru guna mengantisipasi musim kemarau panjang. Hal ini selaras dengan target Jawa Tengah untuk memproduksi minimal 10,5 juta ton gabah kering giling pada tahun 2026 demi menopang ketahanan pangan nasional.

​Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Jateng. Ia menyebutkan bahwa Brebes menyumbang sekitar 60 persen produksi bawang merah di Jawa Tengah dan 20 persen secara nasional.

​”Bantuan ini sangat penting karena menyentuh hampir seluruh aspek kebutuhan masyarakat. Kami akan kawal agar semua bantuan ini tepat sasaran,” kata Paramitha.

​Sebagai langkah nyata perlindungan petani, Pemkab Brebes juga telah menerbitkan surat edaran larangan peredaran bawang bombai mini (diameter di bawah 5 cm) di seluruh pasar tradisional di 17 kecamatan untuk melindungi harga bawang merah lokal.

“Harapannya,  Saya  ingin memastikan bahwa Kabupaten Brebes tetap menjadi lumbung pangan utama yang menyejahterakan petaninya melalui kebijakan yang berpihak pada produk lokal dan infrastruktur pertanian yang memadai”. Imbuhnya

(Benneo)

Mari Bagikan