Koes Hendratmo, Penyanyi Legendaris Indonesia, Meninggal Dunia

INTERESTNEWS — Koes Hendratmo, penyanyi legendaris Indonesia, meninggal dunia pada Selasa (7/9/2021) di kediamannya, Jakarta. Puterinya, Bonita mengonfirmasi kabar tersebut seperti pemberitaan Kompas.com. Bonita sendiri belum mengetahui apa penyebab kematian ayahnya. Salah satu penyanyi legendaris Indonesia tersebut meninggal ketika asisten rumah tangganya (ART) menemukannya tidak ada lagi.

Menurut penuturan Tantowi Yahya pada Suara.com, orang yang pertama kali menemukan jenazah Koes Hendratmo adalah asistennya. Semula, si asisten berniat menengok Koes di rumah. Lantaran tak ada jawaban setelah pintu diketuk, sang asisten mendobrak paksa.

Sebelumnya, sekitar 4 bulan lalu istrinya Aprilia Puspitawati meninggal dunia pada Kamis (20/5/2021). Aprilia meninggal dunia dalam usia 52 tahun. Sementara, Koes Hendratmo meninggal dunia dalam usia 78 tahun. Beliau lahir pada 9 Februari 1943 di Kediri, Jawa Timur. meninggalkan 3 orang anak. Dua di antaranya, Anda Perdana dan Bonita, mengikuti jejak karier sang ayah di dunia musik.

Menurut berita, kabarnya Koes memiliki riwayat penyakit jantung. Kemungkinan beliau meninggal dunia karena serangan jantung (stroke). Namun demikian, penyebab dia meninggal dunia belum dapat dipastikan. Kita masih menunggu kabar yang pasti tentang penyebab wafatnya salah satu penyanyi legendaris Indonesia yang memiliki suara emas ini.

Nama Koes Hendratmo menjadi populer ketika ia memandu acara unggulan TVRI, yaitu: Berpacu dalam Melodi. Masyarakat seluruh Indonesia banyak menyukai acara hiburan tersebut karena selain menghibur juga menambah wawasan pemirsa seputar lagu-lagu populer mendunia. Acara ini populer di era 1980-an ketika TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi di Indonesia saat itu.

Selain itu, Koes Hendratmo dikenal juga sebagai penyanyi Indonesia yang cukup populer. Ia cukup lumayan mengeluarkan albumnya sendiri. Album lagunya antara lain: Lambaian Bunga (1959), Sansaro (1968), Pop Batak Legendaris (2000), dan My Love for You (2011).

BACA JUGA:  PM Australia Anthony Albanese Mengunjungi Indonesia

Editor: Boy Tonggor Siahaan

Mari Bagikan

Tinggalkan Balasan