interestnews,- Presiden RI Joko Widodo mengatakan pada catatan hariannya yang dilansir dari akun Presiden dan lainnya bahwa Indonesia tidak mengalami kenaikan harga beras dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. (2/8/22).
Saat ini, tulis Jokowi, hampir semua negara-negara kecil, negara besar, negara kaya, miskin; mengalami krisis pangan, energi dan ekonomi, akibat Pendemi virus Covid 19 dan Perang di Ukraina.

Namun untuk Indonesia masih mampu mengendalikan harga energi. Sementara semua negara masih sulit melakukannya. Kita patut bersyukur atas semua itu.
Sejumlah Negara di Asia, Afrika, Eropah yang makanan hariannya atau makanan pokoknya gandum, sekarang ini betul-betul kesulitan. Harganya mahal dan barangnya langka karena stok gandum masih tertahan akibat perang Ukraina.

Kita, Indonesia patut bersyukur bahwa berkat kerja keras dan ikhtiar seluruh lapisan masyarakat, harga beras di Indonesia tidak mengalami kenaikan harga beras dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Subsidi terhadap BBM kita sudah terlalu besar, sekarang Rp 502 T. Negara mana pun akan merasa berat menyangga subsidi sebesar itu. Alhamdulillah! Kita masih kuat menahannya sampai sekarang.
Bersyukur karena sampai saat ini Indonesia masih mampu mengendalikan situasi yang sulit. Kita beriktiar bersama-sama agar bisa membantu negara-negara lain yang sedang kesulitan namun kita fokus ke dalam negeri. (R/in)