INTERESTNEWS, — SALATIGA – Akreditasi rumah sakit bukan sekadar pemenuhan standar penilaian, melainkan momentum untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan terus meningkat dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat membuka Survei Akreditasi RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo di Aula Bhinneka Husada, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, dewan pengawas, direktur rumah sakit, tim surveior, jajaran manajemen, serta tenaga kesehatan RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo.
Survei akreditasi menjadi bagian penting dalam mengevaluasi penerapan standar pelayanan, tata kelola rumah sakit, serta upaya perlindungan keselamatan pasien. Lebih dari itu, proses ini diharapkan mendorong seluruh jajaran rumah sakit menjadikan mutu sebagai budaya kerja yang diterapkan secara konsisten.
Dalam sambutannya, Nina Agustin menekankan bahwa kualitas pelayanan tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika rumah sakit menghadapi proses akreditasi. Standar mutu harus tercermin dalam setiap aktivitas pelayanan, mulai dari komunikasi dengan pasien hingga pelaksanaan prosedur medis sesuai ketentuan.
“Jadikan mutu sebagai budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar persiapan menjelang akreditasi. Utamakan keselamatan pasien dan petugas, tingkatkan kompetensi serta komunikasi yang efektif, dan berikan pelayanan yang ramah, cepat, penuh empati, dan bertanggung jawab,” tegas Nina.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas membutuhkan komitmen seluruh unsur rumah sakit. Manajemen, tenaga medis, tenaga keperawatan, dan seluruh petugas harus memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya keselamatan pasien serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
Dengan demikian, akreditasi diharapkan tidak berhenti pada hasil penilaian, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat sistem pelayanan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah.
Tantangan Kesehatan Menuntut Rumah Sakit Terus Berbenah
Direktur RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga, dr. Ita Rima Rahmawati, Sp.Rad (K) PRP., menyampaikan bahwa perkembangan tantangan di bidang kesehatan dan perubahan regulasi menuntut rumah sakit untuk terus beradaptasi.
Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan pada aspek administrasi dan kelengkapan dokumen. Seluruh kebijakan serta pedoman pelayanan harus benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari sesuai regulasi yang berlaku.
“Kita menyadari bahwa tantangan pelayanan terkait dengan kesehatan itu semakin kompleks dan hadirnya regulasi-regulasi baru. Sehingga kita harus selalu beradaptasi dan menindaklanjuti pada pelayanan kita. Oleh karenanya kita harus selalu tetap berbenah, pedoman kebijakan yang ada di rumah sakit harus selalu kita laksanakan sesuai dengan regulasi yang ada,” ungkap Ita.
Ia menegaskan, survei akreditasi menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk mengevaluasi pelaksanaan standar yang telah ditetapkan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Pembenahan berkelanjutan diperlukan agar kebijakan rumah sakit tidak hanya tertuang dalam dokumen, tetapi juga menjadi pedoman nyata bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan bertanggung jawab.
Libatkan Tim Surveior untuk Evaluasi Standar Pelayanan
Survei akreditasi RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS) Damar Husada Paripurna.
Tim surveior terdiri atas dr. Andriani Tri Susilowati, M.Sc., Sp.PK., dr. Tri Haryani Nur Liyana, M.K.M., serta Fajar Rubiyanti, S.Kep., Ns.
Keterlibatan tim surveior menjadi bagian dari proses penilaian terhadap penerapan standar akreditasi di lingkungan rumah sakit. Melalui evaluasi tersebut, rumah sakit diharapkan memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan standar mutu sekaligus aspek yang memerlukan penguatan.
Penerapan standar akreditasi secara konsisten juga menjadi landasan untuk membangun sistem pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta memperkuat tata kelola rumah sakit.
Pemerintah Kota Salatiga berharap pelaksanaan survei ini menjadi momentum bagi RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara terukur dan berkelanjutan.
Akreditasi pada akhirnya bukan hanya tentang memenuhi standar penilaian, tetapi memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dengan komitmen seluruh jajaran, RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang responsif dan dipercaya masyarakat.
(Sino)
