INTERESTNEWS, — KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menegaskan komitmennya menjalankan 10 program prioritas sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pertanian, kesehatan, pendidikan hingga ketenagakerjaan.
Hal itu disampaikan Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto, mewwakili Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo S.I.Komp. saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Senin (14/9/2026). Kuliah umum yang berlangsung di Auditorium Unwidha tersebut mengangkat tema “Generasi Z Sahita: Berkreasi, Berkolaborasi, Mewujudkan Klaten Maju Sejahtera dan Berkelanjutan”.

Sekitar 360 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan bagian dari 750 mahasiswa baru yang diterima Unwidha pada tahun akademik 2026/2027.
Dalam paparannya, Jaka mengenalkan kondisi Kabupaten Klaten beserta berbagai potensi dan persoalan yang masih dihadapi. Ia sekaligus mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk ikut bersinergi dengan pemerintah dan berbagai stakeholder dalam mengembangkan potensi daerah.
Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah pembangunan infrastruktur. Menurut Jaka, perbaikan jalan, betonisasi, pembangunan jembatan, hingga peningkatan akses transportasi terus digenjot karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi dan pariwisata.
“Mobilitas sosial, ekonomi, pariwisata, maupun produk hukum juga jadi perhatian. Ini paling penting,” ujar Jaka.
Ia juga menyinggung persoalan sejumlah jembatan yang kondisinya masih sempit dan menjadi titik kepadatan lalu lintas. Pemerintah daerah menargetkan persoalan tersebut dapat segera ditangani sehingga akses masyarakat menjadi lebih lancar.
Untuk penerangan jalan umum (PJU), Jaka menyebut Kabupaten Klaten memiliki sekitar 720 kilometer ruas jalan. Dengan kebutuhan ideal sekitar 399 titik lampu setiap 50 meter, saat ini pemasangan masih terkendala keterbatasan anggaran.
Sebagian PJU telah menggunakan tenaga surya. Namun, menurutnya, terdapat kendala keamanan karena baterai pada sejumlah lampu pernah mengalami kerusakan maupun hilang.
“Kalau kita lihat di minggu pagi, luar biasa padatnya. Insyaallah tahun ini akan kami selesaikan agar akses ke daerah luar biasa lebih lancar,” katanya.
Fokus Air Bersih hingga Pertanian
Persoalan air bersih juga menjadi salah satu perhatian Pemkab Klaten. Jaka mengatakan pemerintah masih mengkaji sejumlah titik yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Kami masih PR untuk air bersih. Ada 91 titik yang sedang kita pertimbangkan, termasuk bisnis air sumur. Pelan tapi pasti, lama-lama insyaallah bisa,” ujarnya.
Di sektor pertanian, pemerintah berupaya mendorong ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat pengadaan pangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pemkab Klaten juga menargetkan angka stunting yang pada 2025 tercatat sebesar 10,05 persen dapat terus ditekan.
Sementara untuk sektor UMKM, pemerintah daerah melihat potensi besar yang dimiliki Klaten, termasuk potensi sumber daya air. Salah satu rencana yang tengah didorong adalah pengembangan produk air mineral asli Klaten dengan proses perizinan yang lebih mudah.
“Potensi air kita luar biasa,” tegasnya.
Dorong Generasi Muda Masuk Dunia Kerja
Pada bidang ketenagakerjaan, Pemkab Klaten menyediakan aplikasi Sikendi sebagai sarana informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
Jaka menyebut sebelumnya terdapat sekitar 4.000 lowongan pekerjaan yang tersedia melalui informasi tersebut. Namun, jumlah pelamar yang benar-benar serius mengikuti proses rekrutmen hanya sekitar 2.000 orang.
“Artinya masih banyak yang pilih-pilih pekerjaan. Kami juga buka pelatihan dan bantu pemasaran hasil UMKM,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi generasi muda menjadi penting agar lulusan pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja.
Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat Kabupaten Klaten telah mencapai 99,97 persen. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan penelusuran terhadap masyarakat yang belum tercakup.
“Hampir 100 persen. Yang 0,1 persen lagi sedang kita deteksi bersama dinas kesehatan,” katanya.
Beasiswa Pemuda Berprestasi
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada sektor pendidikan. Tahun ini Pemkab Klaten menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk program beasiswa bagi pemuda berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Anggaran tersebut ditargetkan meningkat secara signifikan pada tahun berikutnya hingga mencapai sekitar Rp10 miliar.
Jaka berharap mahasiswa Unwidha dapat menjadi bagian dari generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Selain itu, Pemkab Klaten berencana memasang jaringan internet di 26 titik area publik. Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh layanan sekaligus menjadi sarana penyampaian aspirasi dan pengaduan secara lebih cepat.
Sementara itu, Rektor Unwidha Klaten, Prof. Dr. Triyono, M.Pd., mengatakan mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB secara penuh merupakan mahasiswa program reguler jenjang S1 dan D3.
Sedangkan mahasiswa program pascasarjana jenjang S2 dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) mendapat dispensasi karena sebagian besar telah bekerja.
“Karena rata-rata mahasiswa program pascasarjana atau S2 dan Program PPG itu adalah orang-orang yang sudah bekerja, jadi tidak memiliki waktu yang memadai untuk mengikuti PKKMB. Pihak kampus memang memberi dispensasi untuk mereka,” jelas Prof. Triyono.
(Sino)
