Grand Final Clash of Comedy, Robby Tekankan Kekuatan Humor Merawat Keberagaman

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa humor bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan masyarakat di tengah keberagaman.

Hal tersebut disampaikan Robby saat menghadiri Seminar Nasional Humor dan Grand Final Clash of Comedy di Aula Lantai 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Kamis (10/9/2026). Robby hadir bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan.

Mengusung tema “Tertawa Bersama Indonesia Bersatu: Antara Humor, Keberagaman, dan Identitas”, kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Festival Humor Salatiga. Seminar nasional dipadukan dengan ajang stand-up comedy yang menghadirkan ruang dialog secara ringan, kreatif, sekaligus reflektif mengenai peran humor dalam kehidupan sosial.

Robby mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena mampu menempatkan humor tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai instrumen sosial. Menurutnya, di tengah masyarakat yang beragam, diperlukan ruang-ruang perjumpaan yang menyenangkan untuk membangun kedekatan dan memperkuat rasa kebersamaan.

“Pemerintah Kota Salatiga sangat mendukung ruang-ruang ekspresi positif seperti ini sebagai bagian dari industri kreatif yang berkembang pesat. Kepada para finalis, kalian semua sudah menang karena berhasil membuat orang lain tersenyum di tengah masa-masa sulit,” ujar Robby.

Ia menambahkan, karakter Salatiga sebagai kota yang dikenal dengan keberagaman dan toleransinya perlu terus dirawat melalui berbagai bentuk interaksi positif di masyarakat. Humor, apabila disampaikan secara tepat dan beretika, dapat menjadi salah satu cara untuk mencairkan sekat-sekat perbedaan.

“Salatiga sebagai Kota Tertoleran di Indonesia membutuhkan ruang-ruang seperti ini. Kita bisa bertemu, tertawa bersama, dan pada akhirnya semakin mengenal satu sama lain. Dari situ, kedekatan dan persaudaraan bisa tumbuh,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Refleksi HUT ke-81 RI, Pemkot Salatiga Ajak Warga Peduli Sesama

Dalam seminar nasional tersebut, Prof. Dr. Miftahudin, M.Ag., hadir sebagai narasumber. Ia membahas humor dari perspektif sosial sekaligus menyoroti kebebasan berekspresi yang dimiliki seorang komika.

Prof. Miftahudin juga mengangkat sosok Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sebagai salah satu figur yang dikenal memiliki gaya humor inklusif. Menurutnya, humor dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih cair, namun tetap harus memperhatikan etika agar tidak menjadikan pihak lain sebagai objek penghinaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Ali Sofyan mengatakan, Festival Humor Salatiga berangkat dari refleksi mengenai kemampuan humor dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, humor memiliki karakter yang cair sehingga dapat menjadi medium alternatif untuk membicarakan perbedaan maupun berbagai persoalan sosial dengan cara yang lebih ringan dan mudah diterima masyarakat.

(Sino)

Mari Bagikan