​”Sayangi Semesta, Hidup Bahagia”: Warna-Warni Pesan Ekologi di Pawai Pembangunan Solo 2026

 

INTERESTNEWS, — ​SURAKARTA — Pemerintah Kota Surakarta menggelar Pawai Pembangunan Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81  Kemerdekaan Republik Indonesia. Rute pawai membentang sepanjang Jalan Slamet Riyadi, dimulai dari depan Kantor Dinas Sosial Kota Surakarta dan berakhir di panggung Kehormatan Depan Kantor Pos Surakarta sejauh 3 Km pada hari Jumat (21/8/2026)

Antusias warga yang ingin menyaksikan karnaval ini mulai memadati sepanjang jalan Slamet Riyadi sejak pukul 13.30 wib.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Maretha Dinar Cahyono, S.E., M.M. dalam laporannya menyampaikan tema karnaval, tujuannya serta antusias jumlah peserta yang mengikuti karnaval.

Respati Ardi (Wali Kota Solo) sebelum memberi aba2 Dimulainya karnaval

“Pawai tahun ini mengusung tema Sayangi Semesta, Hidup Bahagia” Jelasnya

Menurutnya Karnaval dengan Tema ini menekankan pentingnya aksi hijau dan ekologi kota melalui pengolahan sampah terpadu, pemilahan sampah, daur ulang, serta edukasi publik mengenai penghijauan ruang kota.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan memupuk kebanggaan warga, memperkuat ekonomi kreatif berbasis lingkungan, dan menyediakan ruang ekspresi seni budaya.

​Rangkaian Acara dan Peserta
​Acara dibuka dengan penampil pembuka karya seni tari bertajuk Cakra Buana persembahan dari Sanggar Seni Gedong Kuning Surakarta. Tari ini mengisahkan tentang perputaran semesta yang disokong oleh empat unsur utama: api, air, tumbuhan, dan angin.

Pony Park Peserta Karnaval dari Kabupaten Klaten

“​Pawai diikuti oleh 71 peserta defile yang terdiri dari pejalan kaki, pesepeda, dan mobil hias. Unsur peserta mencakup:
​Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan/Kelurahan se-Kota Surakarta
​Perbankan, BUMD, dan Lembaga Keuangan (seperti Bank Jateng, PDAM Toya Wening, OJK Solo)
​Komunitas, Paguyuban, dan Komunitas Olahraga (Masupati, Indonesia Offroad Federation)
​Yayasan Pendidikan (Warga School/Yayasan Pendidikan Warga)
​Paskibraka dan elemen masyarakat umum.” Tambahnya

BACA JUGA:  Memancarkan Damai dan Sukacita: Momen Penuh Syukur 103 Tahun Paroki Maria Asumpta Klaten

​Penilaian dan Apresiasi
​Seluruh pembiayaan pawai bersumber dari APBD Kota Surakarta Tahun Anggaran 2026 pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dewan juri yang tersebar di beberapa titik sepanjang rute akan menilai penampilan peserta untuk menentukan tiga pemenang terbaik berdasarkan empat kriteria utama:

  • *​Kekompakan peserta
    *​Kesesuaian dengan tema
    *​Kreativitas mobil hias
    *​Keselarasan tampilan.

​Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha mengakhiri laporan pelaksanaan dilanjutkan dengan pelepasan peserta karnaval secara resmi oleh Respati Ardi (Wali Kota Surakarta)

Maretha berharap
masyarakat yang memadati rute untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, serta tidak membuang sampah sembarangan demi mendukung semangat “Sayangi Semesta”.

Para peserta karnaval dengan semangatnya dan berusaha penampilan yang maximal, mereka sukses menghibur sekaligus menginspirasi warga melalui beragam kreativitas bertema lingkungan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Arif Handoko, S.Sos., M.H. mengatakan pihaknya menampilkan miniatur Pasar Jebres sesuai tema Pawai Pembangunan 2026, yakni Sayangi Semesta, Hidup Bahagia.

“Kami berharap masyarakat dengan kondisi sekarang ini yang mengalami darurat sampah, ketika belanja di pasar bisa mengurangi kemasan plastik. Kalau pun menggunakan plastik jangan yang sekali pakai,” ujar dia.

Dia menjelaskan semua pasar tradisional di Kota Solo diminta untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPA Putri Cempo dengan cara mengurangi produksi sampah, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, dan memilah sampah.

Pony Park peserta dari kabupatan klaten, ikut menyemarakkan Karnaval Surakarta 2026, Usung Pesan Pelestarian Satwa
​Kemeriahan Karnaval Surakarta ini semakin memikat perhatian publik dengan partisipasi aktif dari Pony Park.

Dalam pawai budaya tersebut, Pony Park hadir memboyong Kuda Poni yang ditunggangi putri cantik ( mbak Ira) serta mengusung konsep dekorasi yang di hias diatas truk kontainer terbuka dan tema berkedalaman filosofis.

BACA JUGA:  Peringati May Day 2026, Kontribusi Buruh dalam Roda Ekonomi

​Pada ajang ini, Pony Park mengangkat tema bertajuk “Mandala Hayuning Satwa”. Konsep tersebut terinspirasi dari filosofi Jawa “Memayu Hayuning Bawana” yang diwujudkan melalui aksi nyata pelestarian satwa.

​Melalui keikutsertaan ini, Pony Park menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam. Harmoni tersebut mencakup keselarasan antara hubungan antarmanusia, alam beserta keanekaragaman flora dan fauna, hingga hubungan dengan Sang Pencipta.

​Kehadiran peserta Pony Park beserta kuda poninya tidak hanya menjadi daya tarik visual bagi para penonton di sepanjang rute karnaval, tetapi juga menyampaikan misi edukasi lingkungan hidup agar tercipta kehidupan yang harmonis, damai, dan lestari di masyarakat.

Edukasi Publik: Selain menjadi daya tarik visual, pony park ini menjadi media ajakan nyata bagi masyarakat untuk peduli pada pelestarian satwa dan keseimbangan ekosistem. ( Benneo/*Red)

Mari Bagikan