Salatiga Tawarkan Tropical Wellness Village sebagai Peluang Investasi Layanan Lansia

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga menawarkan proyek Salatiga Geriatric Wellness and Senior Living (Tropical Wellness Village) dalam Presentasi Akhir Finalis Investment Challenge (IC) yang digelar di Hotel Gumaya Semarang, Senin (10/8/2026).

Presentasi proyek tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Menurut Robby, Tropical Wellness Village tidak hanya menjadi peluang investasi, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi meningkatnya populasi lanjut usia (ageing population).

Robby menyebutkan, Indonesia telah memasuki fase ageing population. Pada 2025, proporsi penduduk lansia mencapai 11,93 persen atau sekitar 33,94 juta jiwa. Sementara di Kota Salatiga, sebanyak 53,7 persen rumah tangga tercatat memiliki anggota lansia.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan, rehabilitasi, hunian, pendampingan, hingga lingkungan sosial yang mampu mendukung kualitas hidup lansia.

> “Salatiga tidak hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun masa depan. Kami ingin menghadirkan kota yang nyaman untuk dihuni, sehat untuk dinikmati, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat, khususnya para lansia,” ujar Robby.

Dibangun dengan Konsep Ekosistem Terpadu

Tropical Wellness Village dirancang berlokasi di Desa Ngemplak, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, dengan luas lahan sekitar 17.658 meter persegi dan akses utama melalui Jalan Kyai Mbilung.

Kawasan tersebut terbagi dalam dua blok utama. Blok A memiliki luas sekitar 5.784 meter persegi dan dirancang sebagai pusat layanan medis. Fasilitas yang disiapkan meliputi klinik geriatri, fisioterapi, diagnostik, homecare, administrasi, area publik, serta area parkir.

Sementara Blok B dengan luas sekitar 11.844 meter persegi akan dikembangkan sebagai kawasan hunian lansia. Di dalamnya direncanakan terdapat 300 kamar lansia, 20 villa lansia, 10 guest room, community hub, dan healing garden.

BACA JUGA:  Sambut Hari Jadi ke-1276, Pemkot Salatiga Gelar Doa Lintas Iman dan Salurkan Bantuan Rp123,5 Juta

Konsep tersebut dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menggabungkan layanan kesehatan, rehabilitasi, hunian, serta aktivitas sosial. Dengan demikian, kebutuhan lansia tidak hanya dilihat dari aspek medis, tetapi juga mencakup kesehatan mental, interaksi sosial, kenyamanan, dan kualitas hidup.

“Kami optimistis Salatiga dapat menjadi pusat layanan geriatri dan senior living yang unggul di Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” lanjut Robby.

Pemkot Siapkan Kemudahan Investasi

Untuk mendukung realisasi proyek, Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sejumlah kemudahan investasi melalui Perwali Nomor 33 Tahun 2025. Kemudahan tersebut antara lain berupa insentif fiskal, perizinan terintegrasi melalui OSS-RBA, serta fasilitasi lahan dan infrastruktur sesuai ketentuan yang berlaku.

Presentasi final tersebut dinilai oleh panelis yang berasal dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, DPMPTSP dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah, akademisi Universitas Diponegoro, serta unsur profesi dan konsultan independen.

Melalui Tropical Wellness Village, Pemkot Salatiga membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor untuk membangun layanan geriatri dan senior living yang terpadu.

Investasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, mendorong pertumbuhan sektor jasa, serta meningkatkan perekonomian daerah.

Pemkot Salatiga menilai meningkatnya populasi lansia bukan semata-mata tantangan, melainkan peluang untuk membangun ekosistem pelayanan lansia yang modern, inklusif, dan bermartabat.

Melalui proyek tersebut, Salatiga sekaligus memperkuat citranya sebagai kota yang sehat, nyaman, dan layak dihuni oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.

(Sino)

Mari Bagikan