DKPP Klaten Siapkan Penguatan Produksi Tembakau, Bidik Peluang Ekspor

 

INTERESTNEWS, — KLATEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten mulai menyiapkan langkah strategis untuk mendukung pengembangan komoditas tembakau yang berorientasi ekspor. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan teknis kepada petani sekaligus peningkatan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, Rabu (5/8/2026), mengatakan pihaknya akan memfokuskan dukungan pada sektor perkebunan, khususnya komoditas tembakau.

“Kalau nanti ekspor benar-benar terjalin, maka produksinya harus berkelanjutan, tidak hanya sesaat. Karena itu kami akan fokus meningkatkan produksi melalui dukungan sarana produksi seperti pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk tembakau,” ujarnya.

Menurut Iwan, peluang ekspor terbuka melalui kerja sama dengan Yayasan Merah Putih yang memiliki jaringan di Tiongkok. Jaringan tersebut diharapkan dapat mempertemukan petani dan eksportir sehingga hasil tembakau Klaten memiliki akses ke pasar internasional.

Ia menambahkan, Bupati Klaten juga memberikan dukungan terhadap upaya membuka pasar ekspor bagi komoditas perkebunan daerah.

Di sisi lain, Iwan mengakui penyerapan tembakau oleh industri rokok dalam negeri mengalami penurunan. Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya maraknya peredaran rokok ilegal yang turut berdampak pada penerimaan cukai negara.

“Karena itu kami juga terus mendukung sosialisasi pemberantasan rokok ilegal. Harapannya pendapatan negara dari cukai meningkat dan industri hasil tembakau juga kembali bergairah,” katanya.

Saat ini luas areal tembakau di Kabupaten Klaten mencapai sekitar 1.300 hektare. DKPP menilai luasan tersebut masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan seiring terbukanya peluang pasar baru.

Selain tembakau, DKPP juga mendorong diversifikasi komoditas perkebunan. Di tengah tingginya target produksi padi nasional dan potensi dampak musim kering atau El Niño pada musim tanam ketiga, petani didorong menyesuaikan pola tanam dengan mengembangkan komoditas lain seperti jagung, tebu, dan tembakau di lahan yang sesuai.

BACA JUGA:  Didik Haryadi: "UMKM yang berbasis ekonomi masyarakat akan kita sinergikan dengan perbankan"

Tak hanya itu, Klaten juga mulai mengembangkan komoditas kopi. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Gayo Lues, Aceh, sebagai langkah penguatan sektor perkopian.

“Harapan kami, Klaten tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil beras, tetapi juga memiliki komoditas unggulan lain seperti tembakau dan kopi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” pungkas Iwan.

(Sino)

Mari Bagikan