INTERESTNEWS, — SUMBA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Berbagai strategi promosi disiapkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Yudi Umbu Rawambaku, Rabu (29/7/2026), mengatakan promosi dilakukan melalui penyelenggaraan sejumlah agenda budaya berskala besar yang menjadi daya tarik wisata.
Beberapa agenda unggulan yang akan digelar antara lain Pacuan Kuda Humba Cup pada Agustus serta AntikFest pada September hingga Oktober. AntikFest akan menghadirkan Expo UMKM, pameran tenun ikat, hingga busana adat Sumba. Pemerintah juga mengintensifkan kampanye promosi melalui program “Unlock Sumba” dan “Kampanye Sumba” untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata.
Selain memperkuat promosi, pemerintah juga meningkatkan konektivitas dengan dibukanya rute penerbangan langsung Waingapu–Denpasar pulang pergi. Kehadiran rute tersebut diharapkan mempermudah akses wisatawan menuju Sumba Timur.
Beragam destinasi unggulan seperti Pantai Walakiri, Bukit Tanarara, Savana Puru Kambera, Air Terjun Tanggedu, hingga kampung-kampung adat terus dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tak hanya fokus pada promosi, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi.
“Kami berharap sektor pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pengrajin tenun ikat, dan penyedia jasa wisata,” ujar Yudi Umbu Rawambaku.
Di tengah upaya pengembangan pariwisata, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Cuaca yang kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan, sehingga warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pemerintah desa atau instansi terkait.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur optimistis daerahnya semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Umbu Hina)
