INTERESTNEWS, — KLATEN – Di tengah maraknya kuliner modern dengan beragam inovasi, sebuah warung makan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tetap setia mempertahankan resep tradisional yang diwariskan lintas generasi. Warung tersebut adalah Bebek Suwarni, kuliner legendaris yang telah berdiri sejak 1953.
Warung Bebek Suwarni dirintis oleh Ibu Suwarni pada 1953 di kawasan Jalan Jogja–Solo, Karanglo, Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Setelah puluhan tahun berjalan, usaha keluarga tersebut kemudian diteruskan oleh putrinya, Kristina, atau yang akrab disapa Mbak Titin, sejak 1982 hingga sekarang.
Kristina mengatakan, salah satu kunci keberlangsungan Bebek Suwarni adalah konsistensi dalam mempertahankan resep warisan keluarga.
“Resepnya dari dulu tetap kami pertahankan. Kami ingin rasa Bebek Suwarni tetap sama seperti yang diwariskan Ibu,” tutur Kristina saat ditemui di warungnya, Jumat (8/8/2026).
Menu yang menjadi andalan sekaligus paling banyak dicari pelanggan adalah Bebek Bacem Goreng. Daging bebek terlebih dahulu diolah menggunakan bumbu bacem, kemudian digoreng hingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan khas yang menjadi identitas kuliner tersebut.
Tak hanya bebek, warung ini juga menyediakan sejumlah menu lain, seperti ayam kampung, berbagai olahan ikan, hingga Soto Bebek.
Jumlah bebek yang dimasak setiap hari menyesuaikan tingkat kunjungan pelanggan. Saat kondisi warung ramai, kebutuhan bahan baku bahkan bisa mencapai lebih dari 50 ekor bebek dalam sehari.
Warung Bebek Suwarni buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB. Untuk menikmati satu porsi Bebek Bacem Goreng lengkap dengan nasi, pelanggan cukup membayar sekitar Rp37.000. Sedangkan satu ekor bebek utuh beserta nasi dibanderol sekitar Rp135.000, sehingga cocok disantap bersama keluarga maupun untuk berbagai acara.
Tak Berencana Buka Cabang
Meski telah memiliki pelanggan dari berbagai daerah, pengelola Bebek Suwarni belum berencana membuka cabang. Keluarga memilih berkonsentrasi menjaga kualitas makanan dan mempertahankan cita rasa di lokasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang usaha tersebut.
Bagi keluarga pengelola, mempertahankan resep peninggalan Ibu Suwarni menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan dunia kuliner yang semakin dinamis.
Namun, konsistensi tersebut justru menjadi kekuatan Bebek Suwarni. Selama lebih dari 70 tahun, resep tradisional tetap dipertahankan tanpa menghilangkan identitas asli makanan.

Apresiasi terhadap cita rasa Bebek Suwarni juga datang dari pelanggan luar Klaten. Salah satunya rombongan dari SMK Muhammadiyah Sukoharjo yang singgah saat melakukan perjalanan menuju Yogyakarta, untuk mengikuti kegiatan fashion show.
Surono, salah satu anggota rombongan sekaligus ketua jurusan busana, menilai lokasi Bebek Suwarni cukup strategis karena berada di jalur utama Jogja–Solo serta memiliki area parkir yang luas.
Menurutnya, Bebek Bacem Goreng menjadi menu yang paling berkesan.
“Tempatnya strategis di pinggir jalan dan parkirnya luas. Menu favorit saya Bebek Bacem. Bumbunya pas, daging bebeknya empuk. Pokoknya mantap dan mak nyus,” ujar Surono.
Perjalanan Bebek Suwarni dari 1953 hingga kini menjadi gambaran bagaimana sebuah usaha kuliner keluarga mampu bertahan melewati pergantian generasi.
Resep yang dirintis Ibu Suwarni kemudian diteruskan oleh putrinya sejak 1982. Lebih dari sekadar mempertahankan sebuah usaha, keluarga tersebut juga berupaya menjaga warisan cita rasa yang telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Klaten.
Di tengah menjamurnya usaha kuliner modern, Bebek Suwarni memilih tetap menjadi dirinya sendiri: warung makan keluarga dengan resep tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bebek Suwarni bukan sekadar hidangan, melainkan cerita perjalanan sebuah keluarga dalam menjaga cita rasa Klaten selama lebih dari tujuh dekade.
(Sino)
