INTERESTNEWS, — PATI — Menanggapi penurunan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Jawa Tengah, Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyerukan pentingnya evaluasi total dan penguatan kolaborasi antarinstansi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan “Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan: Digital Cerdas Gemar Membaca” yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/5/2026).
Dalam acara yang dihadiri oleh Bunda Literasi kabupaten/kota se-Jawa Tengah tersebut, dipaparkan data capaian literasi tahun 2025 yang menunjukkan tren penurunan. Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, mengungkapkan bahwa IPLM Jawa Tengah saat ini berada di angka 38,86 dengan TKM di angka 57,11. Dari data tersebut, Kota Salatiga bahkan tercatat sebagai daerah dengan nilai TKM terendah ketiga di Jawa Tengah.
Menyikapi rapor merah tersebut, Retno Robby Hernawan menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi momentum penting untuk berbenah, bukan untuk berkecil hati.
> “Kami menyoroti penurunan peringkat IPLM dan TKM Kota Salatiga. Ini menjadi perhatian bersama. Koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinpersip, perlu diperkuat agar program literasi berjalan optimal dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Retno.
Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa di era modern ini, esensi literasi telah berkembang. Penguatan literasi tidak lagi sekadar mendorong masyarakat untuk gemar membaca buku secara fisik, melainkan juga membangun kecakapan berpikir kritis dalam memilah informasi di dunia maya.
“Penguatan literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam menghadapi arus informasi digital,” tambahnya.
Kehadiran Retno Robby Hernawan dalam acara ini didampingi langsung oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Salatiga serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret untuk menyusun strategi baru.
Selain menjadi wadah evaluasi, kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan materi mengenai strategi penguatan gerakan literasi, taktik pengembangan perpustakaan digital, serta pemetaan kolaborasi multipihak (pentahelix) demi mencetak generasi Jawa Tengah yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era digital. (*Red)
