Program ‘Pesantren Obah’ Loloskan 15 Santri Jateng ke Luar Negeri, 98 Calon Penerima Beasiswa Masuki Tes Akhir

INTERESNEWS  — SEMARANG — Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jawa TengaProgram ‘Pesantren Obah’ Loloskan 15 h Tahun 2026 yang diusung dalamProgram ‘Pesantren Obah’ Loloskan 15 program unggulan Pesantren Obah resmi memasuki babak akhir. Sebanyak 15 santri dinyatakan lolos kuliah ke luar negeri, sementara 98 calon penerima beasiswa dalam negeri menjalani tes wawancara penentu di Semarang.

​Program perdana besutan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen ini mencatat animo tinggi dengan total 942 pendaftar—terdiri dari 702 santri dan 240 pengasuh pesantren.
​Rincian Kelulusan Beasiswa Luar Negeri
​Dari 15 santri jenjang Strata 1 (S1) yang dipastikan berangkat ke mancanegara (hasil pengumuman 6 Juli 2026), sebaran negara dan bidang studinya meliputi:

​Mesir (Al-Azhar): 8 orang (7 bidang Keislaman, 1 bidang Kedokteran).
​China: 3 orang (bidang Sainstek).
​Yaman (Al-Ahqof): 3 orang.
​Program Double Degree: 1 orang.
​98 Peserta Dalam Negeri Jalani Wawancara Akhir

​Untuk jalur Dalam Negeri, sebanyak 98 peserta yang lolos seleksi administrasi mengikuti uji wawancara di Kompleks BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Jalan Setiabudi, Srondol, Semarang, pada 25–26 Juli 2026.
​Peserta terdiri dari 43 calon mahasiswa S1 (santri) dan 55 calon mahasiswa S2/S3 (pengasuh pesantren). Dari kategori S1, tercatat 10 santri berhasil menembus seleksi administrasi Program Studi Kedokteran, serta 12 santri pada bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM).

​Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag., menegaskan bahwa beasiswa ini dirancang khusus untuk memberi ruang bagi santri salaf yang kerap kesulitan menembus beasiswa umum.

​”Ini kepedulian khusus Pemprov Jateng. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi santri salaf sering kali sulit masuk. Pemerintah provinsi memberi kesempatan emas ini agar membawa keberkahan bagi pesantren di Jawa Tengah,” kata Prof. Hasyim.
​Bobot Kitab Kuning Jadi Penentu Utama
​Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Dr. Wahid Abdulrahman, menjelaskan bahwa dalam tahapan wawancara akhir, penguasaan literatur klasik pesantren menjadi porsi penilaian terbesar.
​Adapun rincian bobot penilaian tes wawancara meliputi:

BACA JUGA:  Bentuk Karakter Generasi Muda, Babinsa Koramil 01/Kota Klaten Berikan Pembinaan PBB dan Wasbang di SMK Kristen 1 Klaten

​Kemampuan Membaca Kitab Kuning: 50%
​Hafalan Al-Qur’an: 20%
​Wawasan Kebangsaan: 15%
​Kepesantrenan: 15%

​”Karena ini amanah beasiswa pesantren, maka kemampuan membaca kitab kuning bobot nilainya paling tinggi, yaitu 50 persen,” ujar dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Undip tersebut.

​Untuk jalur dalam negeri, para penerima beasiswa dibebaskan memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) di wilayah Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Pemprov Jateng.

​Hasil akhir kelulusan wawancara akan diumumkan secara resmi pada 3 Agustus 2026 melalui portal www.jatengprov.go.id dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

(*Red)

Mari Bagikan