INTERESTNEWS — SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh mahasiswa untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengawal dan mempercepat pembangunan daerah. Ia menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya berdiri sebagai agent of change, tetapi juga harus memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XIX Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7/2026). Forum nasional yang berlangsung selama sepekan ini dihadiri ratusan perwakilan BEM dari perguruan tinggi se-Indonesia.
”Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus menyalurkan energi dan idealismenya untuk ikut membangun daerah. Mahasiswa adalah aset untuk memajukan wilayah kita,” ujar Ahmad Luthfi usai pembukaan acara.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perguruan tinggi dan mahasiswa merupakan elemen kunci yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, serta solusi konkret atas berbagai tantangan sosial masyarakat.
Sebagai komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kerja sama resmi melalui MoU bersama 77 rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS). Sinergi ini mencakup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, hilirisasi hasil riset kampus, hingga pelibatan akademisi dalam penyusunan arah kebijakan daerah.
Sinkronisasi Investasi dan Penyiapan SDM Vokasi

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyoroti pentingnya menyelaraskan dunia pendidikan dengan iklim investasi dan industri yang tengah tumbuh pesat di Jawa Tengah.
Capaian Investasi Jawa Tengah:
Tahun 2025: Realisasi investasi menembus Rp110 triliun dengan penyerapan 450 ribu tenaga kerja.
Semester I 2026: Realisasi investasi mencapai Rp48,5 triliun dan berhasil menyerap 213 ribu tenaga kerja.
Untuk merespons tingginya kebutuhan tenaga kerja kompeten tersebut, Pemprov Jateng terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui SMK unggulan, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK).
”Kita punya SMK unggulan, politeknik, dan BLK yang terus disiapkan agar kebutuhan tenaga kerja di Jawa Tengah dapat terpenuhi secara optimal oleh anak-anak daerah,” jelasnya dalam agenda yang turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Koordinator BEM SI, Muzammil Ihsan, menyampaikan bahwa Munas XIX ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi mahasiswa secara nasional. Selain merumuskan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah dan nasional, mahasiswa juga dituntut menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika geopolitik global.
( *Red)
