INTERESTNEWS, — KLATEN – Tradisi Merti Pasar kembali digelar di Pasar Cawas, Kabupaten Klaten, Sabtu (20/06/2026) sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari pedagang maupun masyarakat sekitar.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, Kadarwati, mengapresiasi penyelenggaraan Merti Pasar yang dinilai mampu menghadirkan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang efektif untuk menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, sekaligus menjaga eksistensi pasar tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan positif karena mampu menarik perhatian masyarakat. Kegiatan seperti ini patut terus dilanjutkan karena berkaitan dengan pelestarian pasar tradisional yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Kadarwati menegaskan, pasar tradisional memiliki peran penting sebagai pusat perputaran ekonomi rakyat sehingga keberadaannya perlu terus didukung dan dikembangkan.
“Pasar tradisional perlu terus didorong agar tetap hidup dan berkembang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap rezeki para pedagang semakin lancar, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, dan pasar tradisional tetap menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat,” katanya.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, Merti Pasar juga dinilai mampu memperkuat nilai-nilai budaya dan gotong royong yang telah menjadi karakter masyarakat Indonesia.
“Ini juga menjadi sarana melestarikan budaya gotong royong. Karena itu diperlukan dukungan bersama dari pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, serta seluruh elemen masyarakat agar pasar tradisional tetap eksis dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Warung Wengi (Wangi), Riyanto, menjelaskan bahwa Merti Pasar 2026 merupakan kelanjutan dari tradisi yang telah dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Klaten, Pemerintah Kecamatan Cawas, para pedagang pasar, serta masyarakat sekitar.
“Kegiatan Merti Pasar tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Klaten, Pemerintah Kecamatan Cawas, keluarga besar pedagang pasar, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Riyanto berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial antara pedagang dan masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini hubungan antara pedagang dan masyarakat semakin erat, kebersamaan semakin kuat, serta pasar tradisional semakin ramai dikunjungi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Merti Pasar 2026, masyarakat berharap pasar tradisional tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi sekaligus ruang pelestarian budaya lokal yang terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi.
(Sino)
