HUT ke-27 DWP, Retno Dorong Perempuan Jadi Penggerak Eliminasi TB

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Salatiga menggelar Seminar Kesehatan dalam rangka memperingati HUT ke-27 DWP Tahun 2026 di Ruang Kaloka Lantai 4. Mengusung tema “Optimalisasi Peran Wanita sebagai Katalisator Salatiga BEDA menuju Indonesia Bebas TB 2030”, kegiatan tersebut dibuka Pembina DWP Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, Jumat (18/9/2026).

Dalam arahannya, Retno mengapresiasi pelaksanaan seminar yang menjadikan Tuberkulosis (TB) sebagai fokus pembahasan. Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting sebagai penjaga kesehatan keluarga sehingga peningkatan literasi kesehatan menjadi investasi bagi ketahanan kesehatan keluarga.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Karena itu, literasi kesehatan menjadi investasi penting, termasuk dalam menghadapi TB yang masih membutuhkan perhatian dan kepedulian kita bersama,” ujarnya.

Retno menyampaikan lima hal penting dalam upaya penanganan TB, yakni meningkatkan literasi dan kesadaran bahwa TB dapat disembuhkan, memperkuat peran keluarga dalam penemuan kasus secara dini, menghilangkan stigma dan diskriminasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta membangun komitmen eliminasi TB sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan dukungan kepada pasien TB. Pasien tidak boleh dikucilkan, melainkan perlu mendapatkan pendampingan agar dapat menjalani pengobatan secara disiplin hingga tuntas.

Dalam seminar tersebut, para peserta juga diajak mengambil peran sebagai duta eliminasi TB, antara lain dengan mengenali gejala, mendorong deteksi dini dan pemeriksaan, mendukung kepatuhan pengobatan hingga sembuh, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan penularan.

Sejumlah materi turut dibahas, mulai dari investigasi kontak, etika batuk, pentingnya sirkulasi udara, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terapi pencegahan TB, hingga vaksinasi BCG pada bayi.

Retno berharap momentum HUT ke-27 DWP dapat semakin memperkuat kontribusi DWP dan PKK dalam mendampingi masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan meluruskan informasi yang keliru tentang TB, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memberikan dukungan kepada pasien dan keluarganya.

BACA JUGA:  Ekraf Jateng Jadi Motor Ekonomi Daerah, Gubernur Luthfi Pangkas Hambatan Izin

“Tidak harus mengambil peran yang besar. Yang penting, setiap orang mengambil peran yang nyata,” pesannya.

Melalui sinergi dan semangat gotong royong dari tingkat pemerintah daerah, organisasi perempuan, keluarga hingga masyarakat, upaya pencegahan dan penanganan TB diharapkan semakin kuat. Peran aktif perempuan pun menjadi bagian penting dalam mendukung target Indonesia Bebas TB 2030.

(Sino)

Mari Bagikan