INTERESTNEWS, — SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintahan saat menerima kunjungan Tim Evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam Evaluasi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kalitaman Lantai 2 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (5/8/2026), dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Evaluator KemenPAN-RB, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa implementasi SAKIP tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban evaluasi, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Implementasi SAKIP di Kota Salatiga bukan semata memenuhi kewajiban evaluasi, tetapi menjadi instrumen kepemimpinan untuk memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami terus memperkuat budaya kinerja, kolaborasi lintas perangkat daerah, serta perbaikan berkelanjutan agar pembangunan semakin efektif dalam menekan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Robby.
Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan III KemenPAN-RB, Mita Hermawati, S.H., M.H., yang mengikuti kegiatan secara daring, menjelaskan bahwa evaluasi SAKIP bertujuan mengukur sejauh mana sistem akuntabilitas mampu mendorong pencapaian hasil pembangunan serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, Kota Salatiga memperoleh nilai 67,54 dengan predikat B, sekaligus menempati peringkat ke-22 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Menurut Mita, capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan yang positif dan menjadi modal bagi Salatiga untuk meraih predikat yang lebih tinggi pada evaluasi berikutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa fokus evaluasi SAKIP kini telah bergeser dari aspek administratif menuju pencapaian hasil yang nyata. Penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah (cross-cutting) serta transformasi digital menjadi faktor penting dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, dan berdampak bagi masyarakat.
Saat ini, proses Evaluasi SAKIP Tahun 2026 telah memasuki tahap kedua dari enam tahapan yang meliputi praevaluasi, evaluasi mendalam, Panel I melalui peer review tim teknis, Panel II melalui peer review tingkat pimpinan, pemaparan pimpinan bagi instansi yang berpeluang meraih predikat A atau AA, hingga penyampaian hasil evaluasi.
Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil, sehingga setiap program, kebijakan, dan penggunaan anggaran mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Sino)
