interestnews,- Ketua Yayasan Wanita dan Anak Sarfat Indonesia, Lasma M Simbolon sekaligus Ketua Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Badan Kerja Sama Gereja Lembaga Kristen Indonesia (BKSG- LKI) Jawa Tengah menyatakan kasus kematian anak berinisial FN di Klaten, Jawa Tengah, hendaklah menjadi pelajaran agar dalam merayakan hari ulang tahun jangan sampai berkelebihan.
“Ini patut menjadi pelajaran, hendaklah dalam merayakan ulang tahun jangan berkelebihan, apalagi sampai mengancam keselamatan nyawa anak. Sekolah harus memikirkan dan memperhatikan standar keselamtan lingkungan Sekolah. .,” Ujar Lasma menyayangkan.
Lasma menyampaikan duka cita yang dalam kepada keluarga besar FN atas meninggalnya FN, usai diceburkan teman-temannya ke kolam sekolah pada hari ulang tahunnya. Seogianya tidak terjadi, yang membawa kenangan buruk bagi sekolah karena peristiwa di Kolam sekolah.
“Tentulah orangtua FN sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Pulang sekolah orangtuanya sudah menunggu hari bahagia tersebut dengan perayaan yang manis penuh sukacita namun harus berakhir dengan dukacita karena telah tiada.” tandas Lasma.
Lasma kembali menyebutkan kasus ini harus menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan untuk memikirkan dan memperhatikan standar keselamatan di lingkungan sekolah. Khususnya pemasangan instalasi listrik benar-benar harus dipertimbangkan dalam penggunaannya untuk Kolam sekolah.
“Pemasangan instalasi listrik harus benar-benar dipertimbangkan dalam penggunaannya di kolam sekolah. Sebab ini berhubungan dengan keselamatan Anak.” Ujar Lasma lagi menambahkan.
FN 18 tahun, merupakan Ketua OSIS di SMA Negeri Cawas kabupaten Klaten, meninggal dunia usai diceburkan oleh teman-temannya ke kolam sekolah di Hari Ulang Tahunnya, Senin(8/7/24)
Korban meninggal akibat tersengat listrik karena menginjak kabel listrik dari mesin pompa yang ada di dalam kolam.
“Merupakan jiwa besar dari keluarga korban menerima dapat menerima peristiwa yang mengenaskan ini sebagai musibah dan tidak melanjutkan proses hukum. Namun perlu untuk diwaspadai agar tidak terjadi lagi.” (in)